Udah Susah-susah Dikubur Hingga Ditolak Warga, 10 Makam Korban Covid-19 di Bandung Dibongkar Lagi, Ini Sebabnya!

Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung mencatat sekitar 10 makam dengan proses pemakaman covid-19 dibongkar kembali. Jenazah dari tiap makam telah dipindahkan.

Sekretaris Distaru Kota Bandung, Agus Hidayat, mengatakan jenazah yang dipindahkan sudah dipastikan negatif covid-19. Karena, kata dia, sejumlah hasil swab tes keluar setelah pasien meninggal.

Sponsored Ad

"Ada beberapa juga yang oleh keluarganya ditarik lagi (dipindahkan), jadi mungkin pas meninggalnya dicek dan hasilnya negatif, terus digali lagi," kata Agus di Balai Kota Bandung, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2020.

Dia mengatakan jenazah itu diminta oleh ahli waris agar dimakamkan di tempat yang sesuai keinginan keluarga. Dia memastikan hal tersebut diizinkan selama jenazah yang bersangkutan dipastikan negatif covid-19.

"Ada yang dipindahkan ke Subang, ke Sumedang, jadi itu dipindah setelah ketahuan hasilnya negatif," jelasnya.

Sponsored Ad

Dia menjelaskan 10 jenazah itu sebelumnya masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) saat meninggal. Ketentuannya, bila ada PDP meninggal tetap dilakukan pemakaman sesuai protokol covid-19.

Kota Bandung menyediakan satu blok khusus di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut untuk pemakaman dengan protokol covid-19. Sebanyak 70 jenazah telah dimakamkan sesuai protokol covid-19 di TPU Cikadut.

Dia memastikan seluruh jenazah yang dimakamkan dengan protokol covid-19 dibebaskan biaya awal pemakaman. Namun, para ahli waris tetap membayar biaya retribusi makam.

Sponsored Ad

"Jadi bebas pembayaran awal, kalau retribusi kan harus dicatat juga nanti, tahun depan mulai berlaku," katanya.

Dia mengaku agak kesulitan mencari ahli waris jenazah yang dimakamkan dengan protokol covid-19. Karena jenazah tersebut langsung dimakamkan setelah dinyatakan meninggal.

"Kalau jenazah biasa kan menempuh pencatatan, siapa ahli warisnya, baru dimakamkan. Tapi kalau yang covid-19, dari rumah sakit itu langsung dimakamkan. Jadi kita harus mencari datanya," terangnya.


KOMENTAR NETIZEN:

Sumber: LINE TODAY

Kamu Mungkin Suka