Dulu Tiba-tiba Hilang, Penyanyi Cantik Ini Muncul Lagi Sebagai Mualaf, Keputusannya Tuai Perdebatan Netizen!

Tere memang dikenal sebagai penyanyi yang populer di awal tahun 2000-an. Akan tetapi, penyanyi bernama asli Theresia Ebenna Ezeria Pardede tersebut sudah jarang muncul di dunia hiburan, serta kini lebih banyak terjun ke dunia dakwah agama Islam.

Belum lama ini, Tere menceritakan tentang perjalanan spiritualnya hingga memutuskan menjadi mualaf pada 2 September 2000 lalu. 

Sponsored Ad

Namun Tere harus melewati berbagai macam proses setelah masuk Islam, hingga akhirnya merasakan ketenangan batin saat membaca Alquran.

"Intinya saya memang sudah ucap syahadat dari 2000. Istilahnya tidak langsung kaffah gitu ya, tapi proses dan prosesnya itu bagian dari ikhtiar dan rida Allah. Pokoknya merasakan yang sangat pesat itu saya mulai belajar baca Alquran pas tahun 2014 akhir," ujar Tere dilansir detikHOT pada Kamis (30/4). "Saya mulai belajar baca Alquran, awalnya saya baca latinnya saja. Alhamdulillah setelah baca Alquran dalam huruf aslinya, keberkahannya itu terasa gitu."

Sponsored Ad

Lebih lanjut, Tere semakin memperdalam ajaran-ajaran Islam termasuk tentang kewajiban muslimah untuk berhijab. Setelah mempelajari lebih dalam, pelantun lagu "Awal Yang Indah" tersebut pun memutuskan untuk memakai hijab syari sejak tahun 2017.

"Akhirnya pada puncaknya itu saya merasakan tidak hanya hati saya nyaman, tapi juga pikiran saya terbuka. Ada beberapa surat dalam Alquran yang awalnya saya pikir enggak wajib, salah satu halnya seperti menutup aurat dulu, saya kira itu adalah sunnah," jelas Tere. "Tapi, setelah saya semakin mendekat dengan Al quran, mendekat dengan masjid alhamdulillah dibukakan taufiq hidayah, 6 Januari 2017 saya putuskan untuk menutup aurat secara kaffah."

Sponsored Ad

Selain itu, Tere mengatakan bahwa momen titik balik untuk berhijrah adalah saat orangtuanya meninggal dunia dalam waktu berdekatan. Penyanyi berusia 40 tahun ini mengungkapkan bahwa mendiang ibunya adalah seorang Nasrani yang taat, sedangkan sang ayah sudah lebih dulu menjadi mualaf.

"Yang paling saya rasakan adalah ketika kedua orang tua saya berpulang ke rahmatullah. (Jadi) bersambung, tahun 16 April 2012 ibu saya, lalu pada bulan Juli 2013 ayah saya," peper Tere. "Qadarullah ibu saya kan memang seorang Nasrani yang taat. Sementara papa saya, dulu itu sudah bersyahadat bahkan sebelum saya syahadat. Beliau dulunya sudah masuk Islam."

Sponsored Ad

Akan tetapi, hal yang paling membuat Tere terpukul adalah sang ayah memutuskan untuk kembali menjadi Nasrani sebelum meninggal dunia. Hal tersebut membuat Tere sadar bahwa hidayah bisa datang dan pergi kapan saja jika tidak terus dijaga.

"Di ujung hidupnya qadarullah ayah saya memilih kembali ke agama sebelumnya, menjadi Nasrani. Itu menjadi pukulan telak ya untuk saya," kata Tere. "Saya merasakan sekali, ternyata hidayah itu selain bisa datang bisa juga pergi diambil lagi sama Allah kalau kita enggak jaga, enggak kita pelihara."


KOMENTAR NETIZEN:

Sumber: wowkeren.com

Kamu Mungkin Suka